Rabu, 20 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Antisipasi Mudik, Tambah Rambu di Titik Strategis

Jumat, 08 Jun 2018 11:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

ANYAR: Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan rambu-rambu di jalan Trenggalek-Tulungagung.

ANYAR: Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan rambu-rambu di jalan Trenggalek-Tulungagung. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK – Lebaran memang masih seminggu lagi. Namun, kemungkinan besar aktivitas arus mudik dimulai besok, lantaran minggu depan sudah memasuki cuti bersama. Tak pelak, sejumlah persiapan harus segera dilakukan untuk memperlancar momen tahunan tersebut.

“Kami sudah bentuk tim yang turun setiap hari, agar aktivitas saat mudik nanti berjalan lancar,” kata Sigit Agus Hari Basuki, kepala dinas perhubungan, kemarin (7/6).

Pihaknya juga mengklaim telah melakukan serangkaian pengecekan prasarana jalan. Mulai dari rambu-rambu, marka jalan, traffic light, hingga jembatan dan lokasi–lokasi yang menjadi titik rawan bencana longsor.

Lokasinya di ruas jalan Durenan-Watulimo, ruas Trenggalek-Panggul, dan Ruas Trenggalek -Ponorogo. 

Nanti, -sambung dia-, juga akan dilakukan pengaturan fase time traffic light yang disesuaikan dengan kondisi kenaikan volume lalu lintas pada tiap simpang. Artinya, akan dilakukan rekayasa lalu lintas yang melibatkan lampu merah. Bisa diperlama maupun dipersingkat sesuai dengan tingkat kepadatan lalu lintas.

“Jadi harus tepat, salah-salah lalu lintas malah memicu kemacetan,” katanya.

Di lokasi terpisah, Plt Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Agus Dwi Karyanto menambahkan, jalur utama (arus mayor) semisal Durenan, Pogalan, dan Jarakan, akan mengalami lampu merah yang sedikit lebih lama.

Meski begitu, pihaknya akan melihat dulu kondisi lalu lintas. Jika memang terjadi kepadatan di arus mayor, bisa menggunakan skenario memperpanjang waktu lampu hijau.

“Kalau masih macet, nanti pakai barikade sehingga harus memutar. Seperti dari utara ke selatan diarahkan ke timur dulu,” jelasnya.

Menurutnya, libur hari raya tahun ini boleh dikatakan cukup panjang. Misalnya saja untuk pegawai yang sudah tidak aktif mulai Sabtu. Pegawai atau masyarakat memiliki banyak pilihan waktu untuk mudik. Dampaknya, kemungkinan besar tidak begitu ada kemacetan saat arus mudik nanti.

“Meskipun terjadi penumpukan pemudik, kemungkinan tidak terlalu panjang,” ujarnya.

Dia mengatakan, jelang Lebaran tahun ini, ada beberapa penambahan rambu-rambu lalu lintas di beberapa titik strategis. Seperti di daerah Durenan dan Pogalan. Agus –sapaannya- mengaku bahwa kegiatan itu tidak dilakukan oleh pemerintah daerah, tapi badan pengelola transportasi darat (BPTD) yang menjadi perwakilan Kementerian Perhubungan di daerah.

Untuk saat ini, pihaknya mengaku belum ada kejelasan terkait pemeliharaan rambu yang dibangun BPTD ini. Hanya saja, jika terjadi kerusakan atau masalah, tidak mungkin daerah hanya berpangku tangan saja.

“Nanti kami bicarakan. Tapi masa ganti lampu harus orang pusat? Keburu masyarakat mengeluh,” terangnya. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia