Rabu, 20 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Berkas Laporan Rampak Barong Dilengkapi

Jumat, 08 Jun 2018 11:15 | editor : Anggi Septian Andika Putra

DATANG LAGI: Pelapor ketika melengkapi berkas administrasi terkait dugaan adanya pelanggaran pemilu pada acara Rampak Barong di kantor Panwaslu Trenggalek, kemarin.

DATANG LAGI: Pelapor ketika melengkapi berkas administrasi terkait dugaan adanya pelanggaran pemilu pada acara Rampak Barong di kantor Panwaslu Trenggalek, kemarin. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Persoalan terkait acara Festival Rampak Barong yang diikuti oleh 2.500 peserta hingga memecahkan rekor muri di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, pada Kamis (31/5) lalu belum usai.

Buktinya kemarin (7/6), tim pemenangan Khofifah-Emil di Trenggalek melengkapi laporannya ke panitia pengawas pemilu (panwaslu) setempat terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak panitia karena acara tersebut menghadirkan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur Puti Guntur Soekarno.

Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah-Emil di Trenggalek Miklasiati mengatakan, sebenarnya pihaknya sangat mendukung acara budaya yang mampu mengangkat nama Trenggalek.

Namun dari hal tersebut yang cukup disesalkan, mengapa acara tersebut dihadiri oleh salah satu cawagub. Padahal ada dugaan, pelaksanaannya sengaja menggunakan fasilitas pemerintah. Sehingga acara tersebut dinilai sangat merugikan salah satu pasangan calon lainnya.

“Kami sangat kecewa pada acara yang luar biasa itu dipakai sebagai ajang kampanye dan tentunya berdasarkan peraturan perundang-undangan itu salah, makanya ini sebagai bentuk pelajaran politik kepada masyarakat yang baik,” katanya.

Senada juga diungkapkan salah satu anggota Tim Pemenangan Khofifah-Emil di Trenggalek Bambang Eko Sutarjo. Menurut dia, karena ada sejumlah pelanggaran seperti penyertaan logo pemerintah kabupaten (pemkab) dan sebagainya pada Senin (4/6) lalu, pihaknya melaporkannya ke panwaslu.

Namun, dari laporan itu ada beberapa kekurangan dari segi administrasi yang harus dilengkapi. Untuk itu, kemarin pihaknya melengkapi berkas administrasi laporan tersebut, tentunya disertai berbagai bukti dugaan pelanggaran.

“Secara kasat mata, pelanggarannya jelas. Yaitu kegiatan yang pelaksanaannya bekerja sama dengan pemkab ada orasi politik dan juga kampanye yang mendukung salah satu pasangan calon. Makanya harus ditindak,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panwaslu Trenggalek Agus Trianta membenarkan adanya laporan tersebut dan berkasnya telah disempurnakan sekitar pukul 12.00 kemarin. Sehingga berdasarkan laporan tersebut, panwaslu akan memproses berdasarkan undang-undang dan hukum yang berlaku.

“Hari ini (kemarin, Red) berkas laporan telah dilengkapi dan kami langsung menyampaikan undangan untuk pemanggilan kepada pelapor dan saksi untuk dimintai keterangan besok (Jumat, 8/7, Red),” imbuhnya.

Sedangkan terkait jenis hukumannya jika terbukti bersalah, panwaslu masih belum bisa menyampaikan. Sebab dalam proses penyelidikan nantinya, masih diberlakukan asas praduga tak bersalah.

Sehingga untuk hukumannya nantinya diputuskan terkait penyelidikan yang berjalan, yang tentunya dengan penemuan beberapa fakta di lapangan yang terjadi.

“Nanti saja untuk penyampaian hukuman jika terbukti bersalah. Sebab kami belum bisa menyampaikan,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan, penyelenggaraan Festival Rampak Barong yang memecahkan rekor MURI kemarin (31/5) tampaknya memicu sejumlah persoalan. Terbukti, Tim Pemenangan Khofifah-Emil melaporkan panitia penyelenggara  yang notabene dihadiri Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno ke panwaslu.

Penyalahan aturan itu terlihat dengan adanya pencantuman logo Pemkab Trenggalek pada piagam penghargaan yang dikeluarkan oleh panitia.

Dalam piagam tersebut, juga terdapat logo Taruna Merah Putih dan tulisan kerja sama. Padahal, kegiatan tersebut dinilai murni kampanye terbuka karena dalam pelaksanaannya sebagian peserta menggunakan atribut kampanye. Semisal kaus yang jelas mendukung salah satu pasangan calon. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia