Senin, 18 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Syahri Mulyo Tetap Maju dalam Pilkada Tulungagung

Sabtu, 09 Jun 2018 09:39 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Terkait Pencalonan Syahri

Grafis Terkait Pencalonan Syahri (Hendra Novias)

TULUNGAGUNG - Meski ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Syahri Mulyo tetap berpasangan dengan Maryoto Birowo (SahTo) maju dalam Pilkada 2018 yang digelar 27 Juni mendatang.

Itu karena sudah tidak memungkinkan lagi mengganti pasangan calon (paslon). Sebab, jarak dengan waktu pemungutan suara kurang dari 30 hari. Ini dungkapkan Ketua KPU Tulungagung Suprihno kemarin (8/6).

Dia mengatakan, pergantian pasangan calon sudah tertulis jelas dalam PKPU Nomor 15 tentang Pencalonan, tepatnya pasal 78. Di pasal tersebut dijelaskan pasangan calon bupati dan wakil bupati bisa diganti dengan beberapa ketentuan.

Di antaranya sakit permanen, berhalangan tetap, serta pidana berdasar keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

Pergantian ini bisa dilakukan oleh setiap paslon pada masa verifikasi. “Selain itu, maksimal 30 hari sebelum pemungutan suara dilakukan,” katanya.

Kondisi sekarang, sudah kurang dari 30 hari jelang pemungutan suara. Artinya, sudah tidak bisa mengganti paslon baik bupati maupun wakil bupati.

Dengan demikian, tidak ada perubahan paslon yang maju dalam pilkada. Begitu juga dengan proses penyelenggaraan pilkada yang terus berjalan sesuai jadwal.

Bagaimana jika pasangan SahTo menang dan ditetapkan sebagai pemenang? Suprihno yang juga koordinator divisi perencanaan dan data menyatakan sudah kewenangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sesuai aturan, akan diberhentikan sebagai bupati. Sedangkan untuk pengganti, sesuai aturan yakni pasangannya dalam pilkada.

“Selanjutnya partai pengusung akan mengusulkan pengganti sebagai wakil bupati,” tandasnya.

Dengan kondisi sekarang, salah satu yang menjadi kekhawatiran yakni peningkatan jumlah golongan putih (golput). Namun, pihak KPU Tulungagung berharap pelaksanaan pilkada berjalan lancar. Partisipasi pemilih bisa tinggi sehingga bisa memenuhi target minimal 77 persen.

Masih ada dua agenda besar yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Yakni pertemuan akbar pada 21 Juni untuk paslon nomor 2 dan 23 Juni untuk paslon nomor 1. (wen/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia