Kamis, 21 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Antisipasi Kecelakaan, Gelar Tes Urine Sopir

Sabtu, 09 Jun 2018 09:45 | editor : Anggi Septian Andika Putra

ANTISIPASI: Sopir perusahaan otobus dites urine kemarin (8/6).

ANTISIPASI: Sopir perusahaan otobus dites urine kemarin (8/6). (AGUS DWIYONO/ RATU)

TULUNGAGUNG - Puluhan sopir dan kondektur dari perusahaan otobus (PO), kemarin (8/6) menjalani tes urine di Terminal Gayatri Tulungagung. Pemeriksaan tersebut bagian dari persiapan untuk arus mudik Lebaran di Kota Marmer.

Selain tes urine, ada pemeriksaan kesehatan termasuk tes tekanan darah gula darah.

Tes kesehatan itu bersamaan dengan pemeriksaan kondisi bus atau ramp check oleh petugas gabungan melibatkan dinas perhubungan (dishub), anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung, dan BNNK Tulungagung.

Kepala Terminal Gayatri Tulungagung Oni Suryanto mengatakan, menjelang hari raya disiapkan untuk mencegah terjadinya sesuatu tidak diinginkan agar memperkecil kecelakaan.

Dia mengaku, tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah sopir bus serta kondekturnya menggunakan narkoba atau tidak.

Selain itu, tes kondisi kendaraan juga dilakukan oleh pihak terkait kepada seluruh perusahaan otobus yang beroperasi melewati terminal. “Terus lakukan kegiatan serupa jelang arus mudik dan arus balik,” ungkapnya.

Kasi Pencegahan dan Rehabilitasi BNNK Tulungagung Tri Arif Raharanto mengatakan, tes urine dilakukan kepada sekitar 60 sopir dan kondektur.

Serangkaian tes kesehatan dilakukan agar perjalanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman. Apalagi sopir sebagai pengendali kendaraan harus dalam keadaan baik dan bugar.

“Jelang arus mudik ini kami gencarkan melakukan tes kepada sopir. Ini demi keselamatan diri sendiri serta orang lain,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari hasil tes urine semua dinyatakan negatif.

Sementara itu, Kabid Keselamatan Jalan Dishub Tulungagung Wijanarko mengatakan, dari pengecekan yang dilakukan tersebut, ditemukan satu kendaraan tidak layak jalan. Kegiatan ramp check dan tes kesehatan ini untuk memastikan mudik berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman.

“Kami temukan satu kendaraan yang tidak layak jalan, dengan nopol AG 7581 UR dan diberi surat tilang. Selanjutnya bus tersebut tidak bisa beroperasi sebelum dilakukan perbaikan,” jelasnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia