Senin, 18 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Pendaftar Bidik Misi di Trenggalek Minim

Sabtu, 09 Jun 2018 09:59 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis PPDB Offline Trenggalek

Grafis PPDB Offline Trenggalek (Alwik Ruslianto)

TRENGGALEK - Persyaratan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMAN/SMKN jalur offline bidik misi di Kota Keripik Tempe tampaknya sulit dipenuhi.

Pasalnya, hampir di seluruh SMAN/SMKN pendaftar tidak memenuhi kuota, yaitu tiga persen dari jumlah pagu.

Ini seperti yang terlihat di SMKN 1 Trenggalek ketika pengumuman jalur offline kemarin (8/6).

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, dari 720 pagu yang dibuka, baru terdapat 242 pendaftar PPDB offline. Dari jumlah tersebut, khusus di jalur online diambil 93 peserta yang sudah menjadi penetapan Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Total dari PPDB ini (offline, Red) kuotanya 13 persen dari jumlah pagu. Sebenarnya kami mengajukan 94 peserta, tapi terealisasi 93,” ungkap Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Trenggalek Prianto.

Dia melanjutkan, dari jumlah Tersebut, hanya satu peserta yang mendaftar lewat jalur bidik misi. Kemungkinan karena persyaratan yang diberlakukan untuk mendaftar jalur tersebut terlalu berat bagi lulusan SMP sederajat di Trenggalek.

Ini terlihat selain memiliki surat keterangan keluarga tidak mampu (SKTM) peserta harus miliki nilai rata-rata nilai ujian nasional (Nun) minimal 8,0 dan tidak ada nilai di bawah 7,0 di setiap mata pelajaran.

”Karena terlalu berat persyaratan, maka jarang ada yang berani untuk mendaftar dan mungkin ini juga terjadi di sekolah lainnya,” katanya.

Senada juga diungkapkan Ketua Panitia PPDB SMKN 2 Trenggalek Ranu Widodo. Dia menambahkan, di hari saat pengumuman, peserta yang diterima bisa langsung melakukan daftar ulang hingga hari ini (9/6). Sedangkan, untuk peserta yang diterima tapi tidak melakukan daftar ulang, yang bersangkutan harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Sebab, secara otomatis  personal identification number (PIN) yang diambil peserta untuk melakukan pendaftaran online tidak bisa digunakan lagi karena telah terkunci. Itu dilakukan untuk mengantisipasi yang bersangkutan mendaftar kembali dengan memilih sekolah lain yang bisa mengurangi kesempatan peserta lainnya.

“Kesempatan peserta tak melakukan daftar ulang sangatlah kecil karena sekolah ini merupakan pilihannya. Sedangkan untuk yang tak diterima jalur ini, bisa mendaftar kembali pada PPDB online,” imbuhnya.

Dari hasil seleksi yang ada, dipastikan ada 84 peserta PPDB offline yang diterima di SMKN 2 Trenggalek dari jumlah pagu 648 siswa. Jumlah tersebut ditambah satu peserta dari jalur inklusi. Mengingat sekolah telah ditetapkan oleh Dispendik Jatim sebagai sekolah inklusi.

“Khusus inklusi, tidak ada penetapan berapa persen dari jumlah pagu. Hanya saja maksimal setiap rombel ada lima siswa. Namun sampai pendaftaran ditutup hanya ada satu yang mendaftar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dispendik Provinsi Jatim wilayah Trenggalek Supriyadi menambahkan, seluruh rangkaian PPDB telah diatur melalui petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari dispendik. Sehingga seluruh sekolah harus mematuhinya dalam melakukan setiap kegiatan. “

Seluruh proses PPDB ini telah dilaporkan sekolah ke dispendik provinsi untuk mendapatkan persetujuan,” imbuhya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia