Selasa, 19 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Cuti Bersama Lebaran, Sepuluh Hari tanpa Layanan Poliklinik

Senin, 11 Jun 2018 10:38 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SABAR : Salah seorang pasien rawat jalan sedang antre menunggu giliran pelayanan di Poli RSUD dr. Soedomo.

SABAR : Salah seorang pasien rawat jalan sedang antre menunggu giliran pelayanan di Poli RSUD dr. Soedomo. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK -  Masyarakat Trenggalek yang ingin memeriksakan kesehatannya di Poliklinik RSUD dr Soedomo tampaknya harus mengurungkan keinginannya. Sebab, selama sepuluh hari terhitung hari ini Senin (11/6) hingga Rabu (20/6) tutup alias libur mengikuti libur PNS.

Untuk sementara, semua pelayanan rawat jalan ini dilimpahkan ke instalasi gawat darurat (IGD). Di instalasi ini pasien yang terkover badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) bisa dilayani.

Itu tercantum dalam surat edaran BPJS bahwa IGD tidak hanya melayani pasien dengan kasus gawat saja, tapi juga menagani kasus-kasus lain. Sehingga masyarakat yang mengalami kasus ringan tetap bisa berobat dan ditangani perawat di IGD.

“Jadi kalau masih ada yang membutuhkan perawatan, ya masuk di IGD nanti,” terang dr Saeroni,  Direktur RSUD dr Soedomo.

Pria paro baya ini menambahkan, selama Lebaran nanti masih ada dokter umum yang tinggal dan koordinasi dengan dokter spesialis yang on call 24 jam. Untuk itu, kendati tidak bisa melayani pasien, mereka tetap berjaga bilamana ada kejadian yang membutuhkan tenaga spesialis.

Sesuai pengalaman tahun lalu, karena layanan poli tutup, otomatis jumlah pasien yang mampir ke rumah sakit juga turun.

Saeroni memastikan,  meskipun libur nasional, pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan harus tetap berjalan. Bahkan, selama libur hari raya ini, ruang operasi bisa melayani. Di ruangan itu terdapat beberpa dokter spesialis yang siap melayani, yakni spesialis bedah dan spesialis obgyn atau kandungan.

Sementara itu, ditanya seputar persiapan atau antisipasi terhadap dampak mudik, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan yang nanti akan mendirikan posko di jalur-jalur mudik tersebut.

“Kami stay (tinggal, Red) dan siap menindaklanjuti jika ada pasien dari posko mudik,” terangnya. (hai/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia