Jumat, 22 Jun 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Perkuat Empat Pilar MPR RI di Bulan Ramadan

Rabu, 13 Jun 2018 14:20 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Perkuat Empat Pilar MPR RI di Bulan Ramadan

TRENGGALEK – Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rofi’ Munawar, LC terus mensosialisasikan empat pilar MPR RI. Yaitu Pancasila sebagai landasan ideologi negara, UUD RI 1945 sebagai konstitusi negara, Ketetapan MPR RI NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai bentuk negara, serta Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Di hadapan para kader PKS di Trenggalek, Rofi’ menegaskan tiga poin dari sosialisasinya kali ini, yang bertepatan dilaksanakan di bulan Ramadan ini. Pertama, Rofi’ mengingatkan bahwa sejarah proklamasi kemerdaan bangsa Indonesia kala itu tanggal 17 Agustus tahun 1945, jatuh pada bulan Ramadan, tepatnya 9 Ramadan 1366 H. Dimana sebelum proklamasi, didahului dengan proses perumusan dasar negara, sekaligus setelah proklamasi juga berlangsung pengesahan UUD 1945. 

“Itu saya kira yang perlu diingatkan, bahwa Ramadan adalah momentum yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, terkait perumusan dasar negara maupun perumusan undang – undang negara,” kata Rofi’.

Kedua, lanjut Rofi’, masih terkait dengan Ramadan lalu, masyarakat tentu masih ingat dimana sebelum Ramadan terjadi berbagai macam peristiwa yang bagi bangsa Indonesia kurang menyenangkan, yaitu tentang isu teror.  “Itu yang kita juga berharap kepada pemerintah tidak sekedar menangkap pelaku lapangannya, tapi juga actor intelektualnya,” ujar anggota Komisi VII DPR RI ini.

Selanjutnya, Rofi’ juga menekankan bahwa diantara yang penting untuk diketahui dari Pancasila dan empat pilar tersebut adalah untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa . Bahwa empat pilar MPR Ri ini memberikan ruang yang seluas luasnya bagi keberagaman. Perlu untuk dibuktikan bahwa keberagaman atau perbedaan tidaklah kemudian akan menimbulkan berbagai  macam persengketaan dan permusuhan .

“Tapi justru disinilah indahnya karena Indonesia sudah terbiasa dengan keberagaman ini. Pulaunya beragam, sukunya beragam, agamanya beragam,rasnya beragma dan hal – hal lain kita semua tahu bahwa Indonesia beragam. Dan kultur Indonesia ini bukan kultur untuk face to face, bukan kultur untuk berkonflik, tapi untuk memudahkan mereka merajut kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan. Nah apalagi sekali lagi di bulan Ramadan ini,” tegas Rofi’.

Kemudian ketiga, kata Rofi’, pentingnya internalisasi nilai – nilai Pancasila dan UUD 1945. Menurut Rofi’ bagi bangsa Indonesia, persolan nilai - nilai ini adalah pesoalan yang sudah selesai. “Persoalan yang sudah selesai dalam arti sudah fixed dan tinggal bagaimana melaksanakannya. Tentu dalam hal ini kita bagaimana harus mendorong kepada pemerintah untuk membantu masyarakat untuk lebih mendekati nilai – nilai ini. Apalagi kita semua tahu bahwa Indonesia ini adalah negara yang beragama. Masing – masing masyarakatnya dijamin untuk menjalankan syariat agamanya, dan itu juga yang dipesankan di dalam Pancaila  dan UUD 1945,” pungkas Rofi’. (tin)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia